Baca Artikel


Dipublikasikan oleh admin - Jumat, 30 Mei 2014



Cermat Memahami Amlodipine sebagai Obat Hipertensi


World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa tekanan darah tinggi adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia. Data Riskesdas (2007) menunjukkan bahwa penduduk usia di atas 18 tahun memiliki angka kejadian sebesar 31,7%.

Hipertensi atau disebut juga tekanan darah tinggi didefinisikan sebagai suatu keadaan abnormal dimana tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih pada orang dewasa.

Penyebab pasti dari hipertensi belum diketahui. Kemungkinan merupakan dampak dari gangguan ginjal dan sistem hormon yang menyebabkan dinding arteri menjadi tebal dan kurang elastis. Keadaan ini menyebabkan mengecilnya pembuluh darah sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Seseorang dapat menderita hipertensi dengan atau tanpa merasakan gejala apapun. Jika timbul gejala, penderita mungkin merasakan beberapa tanda seperti sakit kepala selama beberapa hari, mual, pusing, mengantuk, penglihatan ganda atau kabur, mimisan, jantung berdebar-debar, dan sesak napas.
????
Pencegahan primer hipertensi dimulai dengan meningkatkan  kesadaran masyarakat dan perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat. Jika seseorang didiagnosa hipertensi, diperlukan pengobatan secara dini.

Salah satu terapi pengobatan yang dapat digunakan adalah Amlodipine. Amlodipine adalah obat dari kelas penghambat kalsium dalam golongan dihidropiridin.

Dalam kondisi normal, otot jantung dan otot polos tubuh memerlukan ion kalsium untuk dapat berkontraksi, Obat ini  bekerja dengan menghambat masuknya ion kalsium yang efeknya lebih spesifik pada otot pembuluh darah daripada otot jantung.

Dengan demikian Amlodipine memberikan efek pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah yang lebih lancar.

Penelitian yang membandingkan efek antihipertensi Amlodipine dengan obat lain menunjukkan efek antihipertensi yang sama baiknya pada pasien dengan hipertensi ringan dan moderat.

Efek antihipertensi Amlodipine berhubungan dosis, bila dosis ditambah maka efek antihipertensi semakin besar dan tidak menimbulkan efek toleransi. Namun Amlodipine tidak dipengaruhi asupan garam sehingga berguna bagi orang yang tidak mematuhi diet garam.

Amlodipine juga mempunyai efek tambahan yang menguntungkan pasien, yaitu lebih baik dalam mengurangi kejadian hipertrofi ventrikel kiri. Banyak studi menunjukkan Amlodipine mempunyai efek proteksi vaskular dengan mengurangi remodeling vaskular dan memperbaiki faal endothelium. Amlodipine juga dapat mengurangi kejadian stroke sampai 20%.
 
Amlodipine merupakan salah satu pilihan terapi untuk pasien hipertensi dengan Diabetes Mellitus, karena tidak ditemukan efek samping pada metabolisme glukosa, lipid atau fungsi ginjal.

Selain itu, juga obat antihipertensi yang sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien gagal ginjal yang dianggap resisten terhadap obat antihipertensi lain. Juga menurunkan mortalitas yang bermakna pada pasien gagal ginjal terminal yang menjalani dialisis.

Terapi kombinasi Amlodipine dengan penghambat beta atau penghambat ACE sangat baik karena akan menambah efek hipotensi pada pasien dengan hipertensi yang refrakter.

Amlodipine juga dapat menetralisir vasokonstriksi perifer akibat pemberian penghambat beta.

Begitu banyaknya kelebihan Amlodipine untuk tatalaksana hipertensi. Namun yang perlu diperhatikan adalah perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dan penggunaan obat antihipertensi dengan terlebih dahulu konsultasi dan memeriksakan diri ke dokter secara rutin.


Sumber: Living Live 37


-33.33%


Beli 2 Gratis 1 GALTEN KAPLET…

Rp.376.200
    
Rp.250.800

Ada Pertanyaan?

Silahkan Menghubungi Kami Melalui
E-mail: cs@g-store.id
Phone : +6221 722 8601 / +62811 9720 0800